Malam itu para gadis (Yayu, Jay, Ayu, Depe) lagi nginap di kamar kostq #Lagi. Pas lagi ketawa-ketiwi sama teman – teman, tiba-tiba hpku berbunyi. Ternyata sms dari cici, yang isi pesannya kurang lebih mengatakan bahwa sudah ada pengumuman mengenai pembagian lokasi KKN. Kamarku yang tadinya heboh, tiba-tiba jadi sepih. Semua merasa was –was dengan pembagian lokasi ini. Dengan bermodal Android, segera ku buka web UPT KKN.
Pokoknya malam itu rasanya kayak lagi nunggu lahiran anak pertama -__-“ deg –degan beud dahh !!!! And then, si web memerintahkan saya untuk memasukkan NIM. Puji Tuhan, malam itu signal lagi cakep jadi tanpa perlu menunggu lama lokasi KKNku nongol juga. KAB. LUWU, KECAMATAN WALENRANG. Awalnya, saya fine2 saja dengan daerah itu, tapi setelah tau kalau sahabat-sahabat saya malah 1 kecamatan dan hanya diriku yang terlempar di Walenrang, rasanya rada-rada tidak rela juga. Why me ???
“Sendiri”,
I hate that word !! Tapi itulah yang harus saya jalani selanjutnya. Di hari
pertama pertemuan dengan supervisorpun,
saya harus meminta si Yayu untuk mengantarkan saya ke gedung IPTEKS, saking
takut autis sendiri disana. Sore itu, IPTEKS lagi rame-ramenya. Tapi ternyata, semuanya tidak seburuk yang saya
perkirakan. Saat bertemu pertama kali dengan teman-teman sekecamatan, semuanya
kaleeeeem banget..sepertinya hanya saya yang agak SEDIKIT cerewet disana. Namun
setelah duduk-duduk soleha di IPTEKS, finally..i found my new teman KKN
yaitu Firda dan Afit.
Nah, dalam pertemuan pertama
dengan supervisor itu tentunya membahas tentang pemilihan Korcam, sekcam, dan
bencam as usual. Pasti yang pernah KKN tau tentang 3 hal ini kan. Korcam dan
sekcam dipilih dengan cara”pemaksaan”, tapi puji Tuhan lagi, bencam kecamatan
walenrang nda perlu dipaksa-paska..mau sendiri ji tawwa. Yup, that’s me.
![]() |
| Foto bersama setelah pelepasan di kantor camat Walenrang |
Walaupun sedih dan berat hati, saya harus mengakui bahwa ada rasa bahagia dan terharu juga karena sangat banyak yang mengantar tiwi beserta barang-barangnya yang rempong. Thax for UPT KKN, yang memberangkatkan KKN Luwu di pemberangkatan hari pertama. Jadi, semua sahabat-sahabatku lengkap saat mengantar. Dan untuk pertama kalinya saya melihat lapangan PKM jadi terminal dadakan. Anak KKN malam itu terlihat seperti Jamaah haji yang akan berangkat Umroh.
Di
malam yang berasap itu, sayapun bertemu dengan Bus yang akan mengantar kami ke
Walenrang. Bus tua, tanpa AC, dan hanya bermodal angin dari jendela. Koper
berserahkan di lorong-lorong bus bahkan dibawah kaki kami. Sempit dan nanash
!!!! Tapi walaupun demikian, saya merasa bahagia. Karena akhirnya saya sadar,
ini orang-orang terbaik yang Tuhan tempatkan bersama saya untuk menjalani
hari-hari selama sebulan lebih di daerah yang begitu asing bagi saya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar