Sabtu, 27 Oktober 2012

Nostalgila d’ShiNe_dRuVa


Hasil sklh 3 thn
            Ketika itu, saya sedang membuka Facebook dan tiba – tiba saya penasaran dengan status – status yang pernah saya buat semasa SMA dulu. Syukurnya, dengan begitu mudahnya di FB kita dapat melihat hal itu. So, saya segera meng-klik tahun 2009 di sebelah kiri Timeline FB saya. Saat membacanya, menertawakan status yang pernah saya buat karena dipenuhi dengan kalimat – kalimat yang disusun dari huruf besar keci. Alay !!! Namun, ada beberapa hal di timeline itu yang membuat saya begitu rindu pada mereka. Ya, pada mereka yang pernah dan akan selalu menjadi bagian hidup saya yang terindah. Mereka sahabat – sahabatku :D

Setiap orang memiliki cerita terindah dalam hidupnya. Sedih ataupun senang merupakan dua situasi yang bisa menjadi cerita tak terlupakan tergantung dengan siapa kita menjalani cerita itu. Saya beruntung menjalani cerita itu dengan orang – orang terbaik dalam hidup saya. Yaa, mereka sahabat – sahabat saya. Dengan kepribadian yang berbeda satu sama lain, tapi membuat cerita hidup lebih berwarna.
Saya sudah mengenal mereka cukup lama. Walaupun pada awalnya kami tidak begitu akrab satu dengan yang lain namun waktu membuat kami menjadi orang – orang yang susah untuk lepas satu sama lain. Sebelum cerita panjang lebar tentang kami, ada baikya kalau saya menuliskan sedikit tentang druvaers ini. Sebelah kanan atas
Hari itu tepat tanggal 11 Maret. Saya, tuti, angel, vita, cici, devri, gcl, dan angga yang lbh akrab disapa lepok ( lelaki tercakep di d_sHine dRuva :P )  berkumpul di suatu ruang kelas. Entah mengapa, hari itu kami belum ingin cepat – cepat pulang, padahal sekolah sudah agak lengang. Ya, memang seperti itulah kami. Terlalu banyak cerita sehingga waktu istirahatpun siang pun tidak cukup untuk kami. Jadi, kami sering mengambil waktu sejenak sepulang sekolah, berkumpul di salah satu kelas sekedar untuk berbagi cerita, tawa, dan candah. Bahkan karena saat itu juga masa – masa labil..hehee, kami juga sering bercerita tentang si ini dan si itu alias ngegosip kagak jolas !!!!! Siang itu kami agak serius. Dan saya pikir karena the power of alay yang mulai merasuki pikiran kami. Kami mulai berpikir untuk mencari “nama” yang pas dengan kami – kami ini. Banyak nama yang kami usulkan namun pada akhirnya tercapai sebuah kesepakatan untuk menamai diri kami sebagai “ d’ sHiNe_dRuva “. Hurufx juga masih alay karena saat itu kami masih SMA.
 Kalau ada yang bingung dengan arti dari d’ ShiNe_dRuva, okay saya akan jelaskan sedikit. d’ sHiNe_dRuVa diambil dari nama bintang yaitu Dhruva. Konon, Dhruva adalah nama seorang raja yang karena kearifan dan kebijaksanaannya hingga saat ia meninggal rakyatnya senantiasa percaya bahwa Dhruva masih tetap ada dan kini ia berada di tempat tertinggi sebagai bintang yang tidak pernah berhenti bersinar.
 Okay, lanjut dengan d’ShiNe_dRuva. Hari – hari saya bersama mereka sangat berwarna. Kemana – mana pasti bareng. Jadi, kalau ada satu orang yang tidak ikut pasti rasanya jadi aneh. Entahlah, mungkin karena kami memiliki kerakter yang berbeda – beda sehingga aneh rasanya jika ada satu saja orang yang tidak hadir.

Jumat, 19 Oktober 2012

Mozaik – mozaik Hidupku (PART 1)


         Hari itu aku galau, ya ini pertama kalinya aku benar – benar galau. Mungkin terkesan alay menggunakan kata – kata ini, tapi itulah yang saya rasakan. Bagaimana tidak, saya harus memilih antara pesta kematian kakek di Toraja atau study media. Hm…mengapa pilihannya begitu sulit. Mengapa pilihannya bukan antara ayam goreng atau sambel terasi buatan mama. Pilihan itu lebih mudah karena saya jelas – jelas akan memilih sambal terasi ^_^”
Sebenarnya pesta kematian kakek di Toraja merupakan hal yang sangat penting bagi saya. Mengingat kasih sayang kakek bagi saya yang begitu besar. Selain itu, banyak keluarga saya yang belum pernah kutemui sebelumnya akan datang dalam pesta kakek. Terkadang saya berpikir, keluarga – keluargaku yang jauh dari selawesi saja masih menyempatkan diri untuk datang, masa saya yang jelas – jelas begitu dekat tidak bisa ikut dalam pesta kakek. Namun, setelah melalui beberapa pertimbangan yang matang, saya memutuskan untuk ikut study media. Saya pikir study media ini penting untuk masa depan saya karena bisa memberikan pemahaman bagi saya tentang prospek kerja  kedepannya. Namun, yang terpenting adalah ini kesempatan saya untuk menemukan mozaik – mozaik kehidupan saya di tempat yang lain. Di luar pulau Sulawesi !
Foto sebelum berangkat ke bandara
Singkat cerita tepat pada tanggal 25 Juli, kami Great 10 berkumpul di bandara Sultan Hasanuddin. Yaa, saat itu sebenarnya saya agak kuatir juga karena ini merupakan perjalanan pertama saya menggunakan pesawat. Saat itu kami dibagi kedalam tiga pesawat berbeda. Namun beruntung, karena saya duduk bersebelahan dengan Yayu dan Unhy. Ya, kalau duduk dengan mereka berdua, saya yakin mereka dapat memaklumi saat saya melakukan gerakan – gerakan menyimpang..hehee
Kami pun melalui tahapan – tahapan sebagai seorang penumpang pesawat mulai dari boarding pass hingga membagasikan barang – barang. Antrian yang agak lama membuat kami tidak serempak ke waiting room. Ada yang sudah kesana terlebih dahulu dan ada juga yang masih rempong mengurusi barang – barangnya. Saat saya dan Yayu’ telah selesai kami segera berlari menuju ruang tunggu. Hm, saya melirik  ke arah ruang tunggu tapi saya tidak melihat keberadaan teman – teman, “hm jangan – jangan mereka sudah masuk duluan ke dalam pesawat” pikir saya. Saya dan Yayu’ segera memasuki gate 5 dan ikut mengantri untuk masuk kedalam pesawat. Saat selangkah lagi memasuki pesawat itu, seorang petugas datang dan melihat tiket kami berdua dan si petugas sontak berkata “maaf mba’ anda salah pesawat”. Saya dan Yayu’ yang saat itu sudah sangat malu segera mesasang muka paling tebal untuk keluar dari tempat itu.

Lipsum Text Widget